Dinamika Akar Kedelai (Glycine Max (L.) Merrill) pada Sistem Tumpangsari Tebu Kedelai terhadap Perimbangan Pemupukan dan Populasi Taman pada Varietas yang Berbeda

Jalil, Abdul (2018) Dinamika Akar Kedelai (Glycine Max (L.) Merrill) pada Sistem Tumpangsari Tebu Kedelai terhadap Perimbangan Pemupukan dan Populasi Taman pada Varietas yang Berbeda. Journal of Undergraduate Thesis, Universitas Muhammadiyah jember.

[img]
Preview
Text
Artikel.pdf

Download (939kB) | Preview

Abstract

Penelitian dinamika akar kedelai (Glycine Max (L.) Merrill) pada sistem tumpang sari tebu kedelai terhadap perimbangan pemupukan dan populasi tanaman pada varietas yang berbeda. Bertujuan untuk mengetahui dinamika akar kedelai pada sistem tumpang sari tebu kedelai terhadap perimbangan pemupukan dan populasi tanaman pada varietas yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember yang bertempat di Jalan. Karimata, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Dimulai pada tanggal 25 Februari 2018 sampai 25 Mei 2018vdengan ketinggian tempat + 89 meter diatas permukaan laut (dpl). Rancangan yang di gunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga faktor yaitu faktor pertama varietas tanaman kedelai (V) yaitu : V1 : varietas Wilis, V2 : varietas Burangrang, V3 : varietas Agromulyo, faktor kedua perimbangan pupuk (P) yaitu : P1 45 kg urea/ha + 2 ton pupuk organik, P2 90 kg urea/ha + 2 ton pupuk organik, P3 135 kg urea/ha + 2 ton pupuk organik dan faktor ketiga populasi tanaman (J) yaitu : J1 : 500.000 tanaman/ha, J2 ; 250.000 tanaman/ha, J3 : 125.000 tanaman/ha, yang masing-masing perlakuan diulang 2 kali. Hasil Penelitian menunjukkan Perlakuan varietas Burangrang (V2) memberikan hasil yang nyata pada tinggi tanaman umur 35 hari setelah tanam (HST) dengan rata-rata tinggi tanaman 47,1593 cm. Perlakuan perimbangan pupuk 90 kg Urea + 2 Ton Pupuk Organik (P2) memberikan hasil yang nyata pada jumlah bintil akar total dengan rata-rata 22,481 dan jumlah bintil akar efektif dengan rata-rata 16,370. Perlakuan populasi tanaman 500.000 tanaman per ha (J1) memberikan hasil yang nyata pada tinggi tanaman umur 21, 28 dan 35 hari setelah tanam (HST) dengan rata-rata tinggi tanaman 23,643 cm, 32,743 cm, dan 48,857cm. Interaksi antara varietas dan pemupukan, varietas dan populasi, pemupukan dan jarak tanan berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Interalsi Varietas Wilis, Pupuk Urea 135 kg + 2 Ton pupuk Organik dan populasi 500.000 tanaman per ha (V1P3J1) memberikan hasil yang nyata pada jumlah bintil akar efektif dengan rata-rata 23,00 dan Interaksi antara varietas Burangrang, pupuk urea 90 kg + 2 ton pupuk organik dan populasi 500.000 tanaman per ha (V2P2J1) memberikan hasil yang nyata pada jumlah bintil akar efektif dengan rata-rata 27,83.

Item Type: Article
Additional Information: Abdul Jalil (1410311042)
Uncontrolled Keywords: Pupuk Organik, Pupuk urea, Tanaman Kedelai
Subjects: 600 Technology and Applied Science > 630 Farm, Farming
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agrotechnology Farming (S1 - Undergraduate Thesis)
Depositing User: Hendri Uut Fahrullah
Date Deposited: 09 Jul 2019 06:40
Last Modified: 09 Jul 2019 06:40
URI: http://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/1964

Actions (login required)

View Item View Item