Pengaruh Pendinginan Cairan Radiator Coolant (RC) AHM terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan SMAW pada Plat Baja ST 37

Faidillah, Syarif (2015) Pengaruh Pendinginan Cairan Radiator Coolant (RC) AHM terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan SMAW pada Plat Baja ST 37. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

[img]
Preview
Text
JURNAL.pdf

Download (427kB) | Preview
[img] Text
0.cover dalam.pdf

Download (140kB)
[img] Text
9.abstrak.pdf

Download (195kB)
[img] Text
Bab 1.pdf

Download (182kB)
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (708kB)
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (215kB)
[img] Text
Bab 4 dan 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (382kB)
[img] Text
1.Daftar Pustaka.pdf

Download (138kB)
[img] Text
2-8.Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (524kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendinginan cairan radiator coolant (RC) AHM dan oli SAE 10W- 40 sebagai pembanding terhadap kekuatan tarik hasil pengelasan SMAW. Material yang digunakan adalah plat baja ST 37 merupakan baja karbon rendah dengan kadar karbon ± 0,12%. Penggunaan baja karbon rendah ST 37 dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai bahan pembuatan mur, baut, perkakas dan yang lainnya. Penggunaan baja karbon rendah, diperlukan peningkatan sifat mekaniknya terutama dari segi sifat mekanik (tegangan tarik dan kekerasan) tetapi harganya masih relatif murah dibandingkan dengan jenis baja karbon lainnya. Material dibentuk sesuai standar spesimen uji tarik JIS Z 2201 1981 panjang 200 mm dan tebal 10 mm. Material ini menggunakan sudut kampuh V ganda yaitu dengan sudut 60°. Material dilas menggunakan elektroda las listrik E4313 berdiameter 3,2 mm. Arus yang digunakan dalam proses pengelasan yaitu AC 125 Amper. Proses pendinginan dilakukan dengan tahap, yaitu : pendingin radiator coolant (RC) dan oli SAE 10W-40 dicelup masing-masing selama 5 detik, dan pendinginan radiator coolant (RC) dan oli SAE 10W-40 dicelup masing-masing sampai dingin. Setiap perlakuan pendinginan dibuat tiga spesimen uji jadi ada 12 spesimen uji. Dari data hasil pengujian bahwa pendinginan Oli SAE 10W-40 dicelup sampai dingin memiliki nilai rata-rata tegangan, regangan yang tinggi, yaitu rata-rata memiliki tegangan 144,27 kgf/mm² dan regangannya 5,19 % kemudian disusul oleh radiator coolant (RC) dicelup sampai dingin memiliki tegangan 142,03 kgf/mm² dan regangan paling terendah diantara perlakuan pendinginan yang lain yaitu 3,65 %. Sedangkan pada perlakuan pendinginan Oli dicelup selama 5 detik memiliki nilai rata-rata tegangan 138,63 kgf/mm² dan regangan 5,13 % kemudian disusul oleh radiator coolant (RC) dicelup selama 5 detik memiliki tegangan 134,17 kgf/mm² dan regangan 4,03 %. Pada hasil pengelasan dengan perlakuan pendinginan RC dicelup sampai dingin memiliki nilai rata-rata modulus elastisitas tertinggi yaitu 38,93 kgf/mm² dibandingkan dengan pendinginan RC 5 detik 33,33 kgf/mm², Oli 5 detik 26,99 kgf/mm² dan Oli dicelup sampai dingin 27,83 kgf/mm².

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: SMAW, St 37, Media pendingin, Kekuatan tarik
Subjects: 600 Technology and Applied Science > 620 Engineering > 621 Applied Physics
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Mechanical Engineering (S1 - Undergraduate Thesis)
Depositing User: Hendri Uut Fahrullah
Date Deposited: 31 Jul 2019 13:36
Last Modified: 03 Dec 2019 02:24
URI: http://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/2250

Actions (login required)

View Item View Item