EVALUASI KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK ASPAL PORUS DENGAN PENAMBAHAN LATEKS UNTUK MENINGKATKAN KEBERLANJUTAN DAN EFISIENSI DRAINASE RUNOFF PERMUKAAN JALAN
MAULANA, FIKRI MAULANA (2025) EVALUASI KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK ASPAL PORUS DENGAN PENAMBAHAN LATEKS UNTUK MENINGKATKAN KEBERLANJUTAN DAN EFISIENSI DRAINASE RUNOFF PERMUKAAN JALAN. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Jember.
![]() |
Text
1. Pendahuluan.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
2. Abstrak.pdf Download (84kB) |
![]() |
Text
3. BAB I.pdf Download (101kB) |
![]() |
Text
4. BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (316kB) | Request a copy |
![]() |
Text
5. BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (369kB) | Request a copy |
![]() |
Text
6. BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (653kB) | Request a copy |
![]() |
Text
7. BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (85kB) | Request a copy |
![]() |
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (147kB) |
![]() |
Text
9. LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (916kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan lateks pada campuran aspal porus terhadap stabilitas dan karakteristik fisiknya. Campuran yang diuji menggunakan aspal penetrasi 60/70 dengan kadar aspal optimum (KAO) 5,35%, serta penambahan lateks pada variasi 0%, 1%, 2%, dan 3%. Agregat kasar dan halus yang digunakan diperoleh dari PT. Uniagri Prima Teknindo, dan lateks dari Perkebunan Sumberjambe. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall untuk mengukur stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), dan Marshall Quotient. Hasil pengujian menunjukkan bahwa stabilitas campuran aspal porus meningkat dari 1014,21 kg (tanpa lateks) menjadi 1124,47 kg pada penambahan 2% lateks, yang merupakan nilai tertinggi. Namun, pada 3% lateks, stabilitas sedikit menurun menjadi 1120,06 kg. Nilai VIM menunjukkan peningkatan kandungan udara, dengan hasil 17,07% (0% lateks), 18,21% (1% lateks), 18,51% (2% lateks), dan 18,65% (3% lateks), semuanya memenuhi standar 15%-25%. Nilai flow pada kadar 0%, 1%, 2%, dan 3% lateks tercatat 5,40 mm, 3,80 mm, 5,00 mm, dan 5,40 mm, semua melebihi standar minimum 3 mm. Pada uji VFA, hasilnya menurun dengan nilai 27,96% (0% lateks), 25,45% (1% lateks), 24,85% (2% lateks), dan 24,55% (3% lateks), yang berada di bawah standar minimum 65%. Sementara itu, nilai VMA meningkat dengan hasil 23,69% (0% lateks), 24,43% (1% lateks), 24,61% (2% lateks), dan 24,70% (3% lateks), melebihi standar minimum 15%. Pengujian Marshall Quotient menunjukkan nilai 1,89 kN (0% lateks), 2,66 kN (1% lateks), 2,23 kN (2% lateks), dan 2,04 kN (3% lateks). Penurunan nilai Marshall Quotient pada 2% dan 3% lateks menunjukkan penurunan elastisitas akibat peningkatan kekentalan campuran. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan lateks hingga 2% meningkatkan stabilitas dan beberapa karakteristik fisik campuran aspal porus, namun penambahan lebih dari 2% dapat menurunkan elastisitas dan pengisian rongga aspal.
ContributionNama Dosen PembimbingNIDN/NIDKDosen PembimbingIRAWATI, IRAWATINIDN0702057001Dosen PembimbingPRIYONO, PUJONIDN0022126402
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Keywords/Kata Kunci: | Agregat, Aspal, Lateks, Marshall, Stabilitas. |
Subjects: | 600 Technology and Applied Science > 620 Engineering > 624 Civil Engineering |
Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering (S1) |
Depositing User: | Fikri Maulana | fikriimaulanaa11@gmail.com |
Date Deposited: | 18 Feb 2025 01:53 |
Last Modified: | 18 Feb 2025 01:53 |
URI: | http://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/24129 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |