Kajian Hidrolik Aliran Sungai pada 2 (Dua) Belokan Menggunakan Program HEC-RAS(Hydrologic Engineering Center – River Analysis System) Versi 4.1 (Studi Kasus Sungai Sampean Kabupaten Bondowoso)

Arifin, Ahmad Zainuri (2018) Kajian Hidrolik Aliran Sungai pada 2 (Dua) Belokan Menggunakan Program HEC-RAS(Hydrologic Engineering Center – River Analysis System) Versi 4.1 (Studi Kasus Sungai Sampean Kabupaten Bondowoso). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

[img] Text
PENDAHULUAN .pdf

Download (143kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (40kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (45kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (478kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (161kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (405kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (809kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (33kB)
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (276kB)
[img] Text
ARTIKEL.pdf

Download (970kB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Sampean adalah suatu DAS regional dengan luas 1.277,388 km2 mencakup wilayah Kabupaten Bondowoso dan Situbondo. Daerah hulu berada di komplek Gunung Argopuro dan kompleks Gunung Raung, Kabupaten Bondowoso. Adapun muaranya berada di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Hulu Sungai Sampean berada sekitar 800 mdpl, sedangkan muaranya di 3 mdpl. Dengan panjang sungai 70 km, Perbedaan tinggi itu menjadikan gradient sungai cukup miring. Dalam kondisi normal aliran sungai tergolong deras. Permasalahan yang sampai ini belum tertangani dengan baik adalah masalah banjir, karena belum adanya bangunan pengendali banjir baik itu waduk pengendali maupun infrastuktur pengendali banjir seperti jalan aliran banjir (flood way) dan sudetan (short cut). Secara umum, sungai memiliki karakteristik morfologi yang berubah (berkelok-kelok). Dari kasus banjir, banjir dan genangan air sering terjadi di tempat tidur sungai, disertai proses penggosok di sisi luar tikungan. Banjir banjir terjadi pada pembuangan besar dimana kapasitas penampang melintang terlampaui, mempengaruhi penduduk DAS sekitarnya (DAS). Belokan (tikungan) di sungai merupakan fenomena yang sangat spesifik untuk dipelajari, apalagi dua arus sungai (2) kurva, karena sungai dua bergantian (tikungan) bergulir sungai dan sedimentasi sering terjadi. Pada situasi yang parah, longsoran dengan volume besar di tepian sungai dapat mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur yang ada. Efek utama dari fenomena aliran ini adalah terjadinya serangan pada jurang saluran di sisi luar tikungan, serta pengendapan atau sedimentasi di bagian bawah saluran dekat sisi dalam belokan. Untuk memeriksa hasil hidrolik dalam aliran sungai dua arah dan menentukan elevasi tingkat air atau tingkat air di aliran sungai, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui bagian mana yang terjadi meluap di saluran sungai, sehingga dapat terjadi. dimensi yang ditentukan untuk perbaikan sungai. Sebagai alat untuk menganalisis profil air, HEC-RAS versi 4.1 digunakan untuk kondisi aliran tetap (tanpa efek bangunan) dan tidak stabil (dengan efek bangunan).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Dua Belokan, Banjir, HEC-RAS, Normalisasi
Subjects: 600 Technology and Applied Science > 620 Engineering > 624 Civil Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering (S1 - Undergraduate Thesis)
Depositing User: Hendri Uut Fahrullah
Date Deposited: 26 Dec 2019 01:47
Last Modified: 26 Dec 2019 01:47
URI: http://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/3150

Actions (login required)

View Item View Item