Kajian Yuridis Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilukada dengan Calon Tunggal



Andriani, Weni Arista (2018) Kajian Yuridis Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilukada dengan Calon Tunggal. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

[thumbnail of 01 cover.pdf] Text
01 cover.pdf

Download (21kB)
[thumbnail of 05 Daftar Pustaka.pdf] Text
05 Daftar Pustaka.pdf

Download (157kB)
[thumbnail of Abstraksi.pdf] Text
Abstraksi.pdf

Download (203kB)
[thumbnail of 01 BAB I.pdf] Text
01 BAB I.pdf

Download (349kB)
[thumbnail of 02 BAB II.pdf] Text
02 BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (491kB)
[thumbnail of 03 BAB III.pdf] Text
03 BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (229kB)
[thumbnail of 04 BAB IV.pdf] Text
04 BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (83kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (151kB)

Abstract

Negara hukum adalah Negara yang berdiri di atas hukum yang menjamin keadilan kepa warga negaranya. Penjelasan UUD 1945 mengatakan antara lain. Negara Indonesia berdasarkan atas hukum (Rechtsstaat), tidak berdasarkan atas kekuasaan (Machsstaat). UUD NRI Tahun 1945 menegaskan bahwa negara Indonesia adalah Negara hukum yang berkedaulatan rakyat dengan demikian negara Indonesia adalah Negara konstitusi berdasarkan demokrasi dan berbentuk republik kesatuan. Dalam prinsip kedaulatan rakyat (Demokrasi) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kehidupan bernegara istilah demokrasi mengandung pengertian bahwa rakyat yang memberikan ketentuan dalam masalah-masalah mengenali kehidupannya, termasuk menilai kebijakan Negara, karena kebijakan tersebut akan menentukan kehidupan rakyatnya. Dengan demikian negara yang menganut system demokrasi maka pemerintahannya diselenggarakan atas kehendak rakyatnya. Pemerintah Demokrasi adalah suatu pemerintah yang melaksanakan kehendak rakyat, akan tetapi kemudian ditafsirkan dengan suara terbanyak dari rakyat banyak, jadi tidak melaksanakan kehendak seluruh rakyat. Dalam pemerintahan demokrasi dijamin hak-hak kebebasan setiap orang dalam suatu Negara.
Fenomena pasangan calon (Paslon) tunggal dalam pemilihan umum Kepala Daerah (PILKADA) sering terjadi, hal ini merupakan anomali bagi Indonesia yang memiliki sistem multipartai dan jumlah penduduk tinggi. Adanya daerah-daerah dengan Paslon tunggal disebabkan sedikitnya oleh empat faktor:
1. Rendahnya kaderisasi Partai Politik.
2. Biaya politik yang tinggi.
3. Dinamika politik lokal di daerah yang bersangkutan.
4. Adanya kenaikan mabang batas.

Mahkamah Konstitusi mempunyai wewenang untuk menyelesaikan sengketa hasil Pemilukada dengan satu pasangan calon (calon tunggal) pada prinsipnya mekanisme penyelesaian hasil Pemilukada dengan calon tunggal sama dengan mekanisme penyelesaian dalam Pemilukada dengan calon lebih dari satu, hanya saja terdapat perbedaan tentang para pihak dan obyek Termohon yang diajukan dalam perselisihan. Para pihak yang dapat dijadikan subyek atau Pemohon dalam penyelesian sengketa hasil Pemilukada dengan calon tunggal adalah Pemantau Pemilihan. Sengketa hasil Pemilukada calon tunggal ada persyaratan prosentase perolehan suara yang dibatasi secara limitatif, kalau sudah 70 % yang setuju dengan pasangan calon tunggal atau kalau tidak setuju dengan calon tunggal hanya 10% suara maka tidak bisa digugat ke Mahkamah Konstitusi.

Contribution
Nama Dosen Pembimbing
NIDN/NIDK
UNSPECIFIED
Purwanto, Djoko
UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Keywords/Kata Kunci: Dalam pesta Demokrasi Penyelesaian sengketa pemilukada dengan calon tunggal
Subjects: 300 Social Science > 340 Law > 342 Constitutional and Administrative Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law Science (S1)
Depositing User: Hendri UF | hendri@unmuhjember.ac.id
Date Deposited: 22 Jan 2020 02:33
Last Modified: 22 Jan 2020 02:33
URI: http://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/3391

Actions (login required)

View Item View Item