Detail Tugas Akhir

Perbedaan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Yang Dilakukan Terapi Bekam Di Klinik Rawat Inap dr. M. Suherman Universitas Muhammadiyah Jember

Yudhistira, Essha Amanda (2021) Perbedaan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Yang Dilakukan Terapi Bekam Di Klinik Rawat Inap dr. M. Suherman Universitas Muhammadiyah Jember. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
PENDAHULUAN.pdf
PDF
Text
ABSTRAK.pdf
PDF
Text
BAB I.pdf
PDF
Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Request a copy Ukuran File (747kB)
PDF
Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Request a copy Ukuran File (486kB)
PDF
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Request a copy Ukuran File (584kB)
PDF
Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Request a copy Ukuran File (610kB)
PDF
Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Request a copy Ukuran File (565kB)
PDF
Text
BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Request a copy Ukuran File (551kB)
PDF
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
PDF
Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Request a copy Ukuran File (2MB)

Abstract

Pendahuluan: Bekam adalah metode pengobatan dengan menggunakan tabung atau gelas vakum yang ditelungkupkan pada permukaan kulit agar menimbulkan bendungan lokal. Pada bekam basah pembendungan dilanjutkan dengan pengeluaran darah. Bekam berperan dalam menstimulasi sirkulasi darah dan menyuplai nutrisi ke sel-sel beta di pankreas sehingga dapat mengendalikan produksi insulin. Terdapat banyak efek bekam terhadap diabetes dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap terjadinya penurunan kadar glukosa darah. Efek-efek yang dimaksud adalah bekam berperan menstimulasi sirkulasi darah dan suplai nutrisi ke sel-sel beta pankreas. Bekam juga mengendalikan produksi insulin (hipoinsulinisme) yang terjadi pada penderita diabetes tipe 1 maupun dalam kasus kelebihan insulin (hiperinsulinisme) sebagaimana yang terjadi pada penderita diabetes, bekam berperan meningkatkan sirkulasi darah di pankreas dan berpengaruh mengendalikan kadar insulin. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi perbedaan kadar gula darah pasien diabetes melitus yang dilakukan terapi bekam di klinik rawat inap dr. m. suherman universitas muhammadiyah jember. Metode: Desain penelitian Pra experimental dengan rancangan pretest-posttest without control. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang terdiagnosis diabetes melitus Tipe 2, besar sampel pada penelitian ini yaitu laki-laki 32 orang, pengambilan sampel menggunakan pendekatan purposive sampling. Analisa data dengan uji Wilcoxon (α 0.05). Hasil: Hasil penelitian dari perbedaan kadar gula darah perlukaan pertama dan kedua diabetes mellitus yang dilakukan terapi bekam diperoleh ρ value 0,001 yang artinya terdapat perbedaan hasil bekam perlukaan pertama dan kedua. Diskusi: Penderita diabetes mellitus disarankan melakukan terapi bekam 1 bulan sekali dan teratur dimana bekam sebagai pengobatan non farmakologi.

Informasi Item

Item Type Thesis (Undergraduate)
Keywords/Kata Kunci Diabetes mellitus, Terapi bekam, Perlukaan pertama dan kedua
Subjects 600 Technology and Applied Science > 610 Medicine and Health
600 Technology and Applied Science > 610 Medicine and Health > 615 Pharmacology and Therapeutics
600 Technology and Applied Science > 610 Medicine and Health > 619 Experimental Medicine
Divisions Faculty of Health > Department of Nursing Science (S1)
Date Deposited 19 Aug 2021 01:27
Last Modified 19 Aug 2021 01:31
URI https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/11773

Actions (login required)

View Item
View Item
Ada yang bisa kami bantu?