Proses Berpikir Analogi Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Wahyuningtyas, Rizka (2017) Proses Berpikir Analogi Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.
Artikel..pdf
Download (167kB)
1. Cover.pdf
Download (48kB)
6. Daftar Rujukan.pdf
Download (103kB)
ABSTRAK.pdf
Download (91kB)
BAB I.pdf
Download (208kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (344kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (235kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (304kB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (206kB)
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (91kB)
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah karena berpikir dan bernalar sangat diperlukan dalam menyelesaikan masalah matematika. Salah satu metode untuk bernalar adalah dengan menggunakan analogi, karena analogi dapat dimanfaatkan sebagai dasar penalaran. Oleh karena itu, berpikir analogi sangat diperlukan dalam menyelesaikan masalah matematika. Terdapat tiga tujuan penelitian yang dirangkum peneliti, yaitu untuk mengetahui proses berpikir analogi siswa berkemampuan matematika tinggi, untuk mengetahui proses berpikir analogi siswa berkemampuan matematika sedang, dan untuk mengetahui proses berpikir analogi siswa berkemampuan matematika rendah.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian yaitu 9 hingga 12 Mei 2017 di kelas VIIB SMP Nuris Jember. Peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan data diantaranya metode tes, wawancara, dan metodedokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah peneliti, lembar validasi, soal tes, pedoman wawancara, dan alat perekam.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa siswa kemampuan matematika tinggi mampu melalui tahapan encoding (pengkodean), inferring (penyimpulan), mapping (pemetaan), dan applying (penerapan) dengan baik. Siswa kemampuan matematika sedang dapat melalui tahapan encoding (pengkodean), inferring (penyimpulan), dan mapping (pemetaan) dengan baik, tetapi belum dapat melalui tahapan applying (penerapan). Siswa kemampuan matematika rendah dapat melalui tahapan encoding (pengkodean) dengan baik, tetapi belum dapat melalui tahapan inferring (penyimpulan), mapping (pemetaan), dan applying (penerapan). Kesimpulah penelitian ini adalah siswa kemampuan matematika tinggi dapat melalui semua tahapan proses berpikir analogi dengan baik. Siswa kemampuan matematika sedang cukup mampu melakukan setiap tahapan proses berpikir analogi dengan baik. Sedangkan siswa kemampuan matematika rendah kurang mampu melakukan setiap tahap proses berpikir analogi.
| Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Keywords/Kata Kunci: | berpikir analogi, masalah matematika |
| Subjects: | 500 Natural Science and Mathematics > 510 Mathematics |
| Divisions: | Faculty of Teaching and Education Science > Department of Mathematics Education (S1) |
| Depositing User: | Hendri UF | hendri@unmuhjember.ac.id |
| Date Deposited: | 27 May 2019 03:05 |
| Last Modified: | 01 Oct 2019 08:23 |
| URI: | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/1882 |
