Penyitaan terhadap harta benda mantan suami sebagai jaminan nafkah anak
Berkas Tugas Akhir
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk mengkaji mekanisme penyitaan terhadap harta benda milik mantan suami sebagai bentuk jaminan atas nafkah anak pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyitaan harta benda mantan suami dapat dilakukan sebagai bentuk eksekusi pembayaran sejumlah uang yang telah ditetapkan dalam putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Mekanisme eksekusi ini mencakup penyitaan aset bergerak dan tidak bergerak, kemudian dilanjutkan dengan penjualan melalui lelang untuk memenuhi kewajiban nafkah anak. Namun, terdapat pengecualian terhadap aset yang menjadi alat utama mata pencaharian mantan suami. Proses ini wajib diawali dengan pemberian peringatan (aanmaning) sebelum sita eksekusi dilakukan. Oleh karena itu, sita eksekusi merupakan solusi hukum yang efektif untuk menjamin hak nafkah anak, terutama ketika mantan suami tidak melaksanakan kewajiban secara sukarela.
Kata Kunci: Harta Benda, Nafkah, Pasca-Perceraian, Penyitaan.
Informasi Item
| Item Type | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords/Kata Kunci | Harta Benda, Nafkah, Pasca-Perceraian, Penyitaan. |
| Subjects | 300 Social Science > 340 Law > 346 Private Law |
| Divisions | Faculty of Law > Department of Law Science (S1) |
| Date Deposited | 24 May 2025 03:20 |
| Last Modified | 24 May 2025 03:23 |
| URI | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/25023 |
