PENGARUH VARIASI EKSTRAK DAUN KELOR, DAUN SEMBUKAN, DAUN KAPUK TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ST 37


RAFI, RAFI ZUHAIRI (2026) PENGARUH VARIASI EKSTRAK DAUN KELOR, DAUN SEMBUKAN, DAUN KAPUK TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ST 37. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

Text
1. PENDAHULUAN (1).pdf

Download (1MB)
Text
2. ABSTRAK (1).pdf

Download (892kB)
Text
3. BAB I (1).pdf

Download (867kB)
Text
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
7. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (851kB)
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (813kB)
Text
9. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Korosi merupakan masalah umum yang sering terjadi di berbagai bidang seperti industri dan maritim yang menggunakan Baja ST 37. Penggunaan inhibitor sintetis kimia yang banyak digunakan saat ini dianggap kurang ramah lingkungan. Oleh karena itu diperlukan bahan alternatif yang berasal dari bahan alami. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi tiga inhibitor organik ekstrak daun kelor, daun sembukan, dan daun kapuk dalam menghambat laju korosi Baja ST 37. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan inhibitor direndam pada plat baja masing-masing dengan durasi berbeda selama 1, 3, dan 5 hari, dilanjutkan dengan perendaman air laut selama 30 hari. Laju korosi diukur dengan metode weight loss, sementara efektivitas inhibitor dianalisis dengan membandingkannya terhadap sampel kontrol tanpa inhibitor, dan uji mikroskop bertujuan untuk melihat permukaan morfologi permukaan baja. Hasil eksperimen membuktikan bahwa ketiga ekstrak daun berhasil menekan laju korosi. Ekstrak daun kelor mencatat kinerja optimal perendaman inhibitor 5 hari dengan laju korosi terendah dengan 0,09 mmpy dan efisiensi 89,8%, diikuti dengan daun kapuk laju korosi 0,16 mmpy dan efisiensi 81,38%, daun sembukan menunujukan laju korosi paling tinggi dengan nilai 0,18 mmpy dan efisiensi 80,00%. Uji mikroskop digital menunjukkan bahwa kualitas lapisan pelindung yang terbentuk di permukaan logam meningkat seiring dengan penambahan durasi perendaman. Pada kondisi tanpa inhibitor korosi sumuran seluas 50,5%. Pengaplikasian inhibitor organik berhasil mengurangi luas korosi secara bertahap di mana ekstrak daun kelor mengalami penurunan pada perendaman 5 hari luas korosi turun menjadi menjadi 3,83%. Ekstrak daun kapuk juga mengalami penurunan secara bertahap dari perendaman 5 hari luas korosi jadi 8,75%, sementara daun sembukan memberikan hasil terendah dengan perendaman 5 hari mengalami penurunan sangat tinggi yaitu 12,17%. Hasil ini menunjukan bahwa periode perendaman yang lebih lama meningkatkan efektivitas proteksi. Temuan ini menguatkan potensi inhibitor organik sebagai bahan alternatif untuk mitigasi korosi di industri. Kata kunci: Ekstrak Daun Kelor, Ekstrak Daun Sembukan, Ekstrak Daun kapuk, Korosi Plat Baja ST 37, Etanol 70%.

Dosen Pembimbing: KOSJOKO, KOSJOKO and MUFARIDA, NELY ANA | NIDN0715126901, NIDN0022047701
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: rafizuhairi.28@gmail.com
Keywords/Kata Kunci: Kata kunci: Ekstrak Daun Kelor, Ekstrak Daun Sembukan, Ekstrak Daun kapuk, Korosi Plat Baja ST 37, Etanol 70%
Subjects: 600 Technology and Applied Science > 670 Manufacturing > 672 Iron and Steel Metalworking Process
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Mechanical Engineering (S1)
Depositing User: RAFI ZUHAIRI | rafizuhairi.28@gmail.com
Date Deposited: 27 Jan 2026 02:09
Last Modified: 27 Jan 2026 02:09
URI: https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/29889

Actions (login required)

View Item
View Item