Detail Tugas Akhir

ANALISIS YURIDIS PENJATUHAN PIDANA DI BAWAH BATAS MINIMUM KHUSUS DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor: 629/Pid.Sus/2024/PN Jmr)

WAHYUNI, AJENG DWI (2026) ANALISIS YURIDIS PENJATUHAN PIDANA DI BAWAH BATAS MINIMUM KHUSUS DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor: 629/Pid.Sus/2024/PN Jmr). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
1. Halaman Depan.pdf
PDF
Text
2. Abstrak.pdf
PDF
Text
3. Bab 1.pdf
PDF
Text
4. Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (517kB)
PDF
Text
5. Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (504kB)
PDF
Text
6. Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (316kB)
PDF
Text
7. Daftar Pustaka.pdf
PDF
Text
8. Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (372kB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana di
bawah batas minimum khusus dalam tindak pidana narkotika melalui studi Putusan
Pengadilan Negeri Jember Nomor 629/Pid.Sus/2024/PN Jmr. Penelitian dilakukan
dengan metode hukum normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan,
kasus, dan konseptual berdasarkan bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis
secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menyatakan terdakwa
terbukti melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika, tetapi menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun enam bulan, yang
berada di bawah ketentuan pidana minimum khusus empat tahun dengan berpedoman
pada pertimbangan faktual dan beberapa SEMA, yaitu SEMA Nomor 4 Tahun 2010,
SEMA Nomor 3 Tahun 2015, SEMA Nomor 1 Tahun 2017, dan SEMA Nomor 3
Tahun 2023. Namun, secara normatif SEMA tidak memiliki kedudukan untuk
mengesampingkan undang-undang sehingga praktik tersebut berpotensi menimbulkan
persoalan yuridis terkait asas legalitas, kepastian hukum, dan konsistensi penerapan
hukum. Penelitian juga menemukan ketidaktepatan kualifikasi delik karena karakter
perbuatan terdakwa lebih mencerminkan penyalahgunaan narkotika daripada
peredaran gelap. Oleh karena itu, perlu penegasan batas penggunaan SEMA serta
penilaian yang lebih cermat dalam membedakan penyalah guna dan pelaku peredaran
narkotika agar pemidanaan berjalan proporsional.

Informasi Item

Item Type Thesis (Undergraduate)
Additional Information ajengd249@gmail.com
Keywords/Kata Kunci Pidana Minimum Khusus, Narkotika, Pemidanaan, Asas Legalitas, Kepastian Hukum
Subjects 300 Social Science > 340 Law > 345 Criminal Law
Divisions Faculty of Law > Department of Law Science (S1)
Date Deposited 06 Feb 2026 05:36
Last Modified 06 Feb 2026 05:36
URI https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/30115

Actions (login required)

View Item
View Item
Ada yang bisa kami bantu?