ANALISIS YURIDIS IMPLEMENTASI PASAL 13 UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH TERHADAP PENGHENTIAN JEMBATAN TIMBANG DI KABUPATEN JEMBER
RAMADHANI, DIMAS SURYA (2026) ANALISIS YURIDIS IMPLEMENTASI PASAL 13 UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH TERHADAP PENGHENTIAN JEMBATAN TIMBANG DI KABUPATEN JEMBER. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.
A. PENDAHULUAN.pdf
Download (1MB)
B. ABSTRAK.pdf
Download (254kB)
C. BAB I.pdf
Download (522kB)
D. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (590kB)
E. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (626kB)
F. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (275kB)
G. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (399kB)
Abstract
Penelitian ini menganalisis implementasi Pasal 13 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah terhadap penghentian operasional jembatan timbang di Kabupaten Jember serta implikasi yuridisnya terhadap pelaksanaan otonomi daerah dan penegakan hukum lalu lintas angkutan barang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum yang dianalisis meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikaji secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghentian operasional jembatan timbang di Kabupaten Jember pasca penarikan kewenangan ke pemerintah pusat belum diikuti dengan mekanisme dekonsentrasi atau pelimpahan peran pengawasan kepada pemerintah daerah, sehingga menimbulkan kekosongan fungsi pengawasan kendaraan bermuatan berlebih (Over Dimension and Over Loading). Kondisi ini mencerminkan persoalan keadilan dalam pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, karena beban dampak kebijakan justru ditanggung oleh pemerintah daerah tanpa kewenangan pengawasan yang memadai. Situasi tersebut berdampak pada melemahnya efektivitas penegakan hukum lalu lintas, meningkatnya risiko kerusakan infrastruktur jalan, serta belum optimalnya pelaksanaan prinsip otonomi daerah sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Oleh karena itu, diperlukan penataan kewenangan yang berkeadilan dan proporsional agar efektivitas pengawasan nasional tetap sejalan dengan prinsip keadilan dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan otonomi daerah.
| Dosen Pembimbing: | FAUZIYAH, FAUZIYAH | NIDN0711078102 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Keywords/Kata Kunci: | Jembatan Timbang, Kewenangan Pemerintahan, Otonomi Daerah, Keadilan Kewenangan, Penegakan Hukum |
| Subjects: | 300 Social Science > 380 Commerce, Communications, Transportation > 388 Ground Transportation |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law Science (S1) |
| Depositing User: | Dimas Surya Ramadhani | dimassuryaramadhani693@gmail.com |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 13:26 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 13:26 |
| URI: | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/30198 |
