TATA KELOLA KOLABORATIF PROGRAM PENANGGULANGAN KRISIS AIR BERSIH DI DESA PURNAMA, KECAMATAN TEGAL AMPEL, KABUPATEN BONDOWOSO
Saputri, Maharani Dwi (2026) TATA KELOLA KOLABORATIF PROGRAM PENANGGULANGAN KRISIS AIR BERSIH DI DESA PURNAMA, KECAMATAN TEGAL AMPEL, KABUPATEN BONDOWOSO. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Jember.
Pendahuluan.pdf
Download (2MB)
Abstrak.pdf
Download (252kB)
BAB 1.pdf
Download (564kB)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (987kB)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (534kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (856kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (310kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (472kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Krisis air bersih merupakan permasalahan yang terjadi secara berulang di Desa Purnama, Kecamatan Tegal Ampel, Kabupaten Bondowoso, terutama pada musim kemarau, sehingga mendorong dilaksanakannya program penanggulangan krisis air bersih melalui pembangunan sumur bor dan jaringan pipanisasi. Program ini melibatkan berbagai aktor, seperti pemerintah desa, BPBD, lembaga sosial, dan masyarakat, sehingga membutuhkan penerapan tata kelola kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tata kelola kolaboratif dalam program penanggulangan krisis air bersih serta mengidentifikasi peran dan kontribusi antaraktor dalam mewujudkan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan di Desa Purnama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Collaborative Governance Regime (CGR) yang dikemukakan oleh Emerson, Nabatchi, dan Balogh, dengan fokus pada faktor pendorong kolaborasi serta tiga elemen utama, yaitu principled engagement, shared motivation, dan capacity for joint action. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi terbentuk sebagai respons terhadap krisis air bersih dan keterbatasan sumber daya pemerintah desa. Principled engagement terwujud melalui musyawarah dan koordinasi yang membahas perencanaan pembangunan sarana air bersih serta pengelolaan pasca pembangunan secara seimbang. Shared motivation terbentuk dari kesamaan pemahaman antaraktor mengenai pentingnya air bersih sebagai kebutuhan dasar, yang diperkuat melalui penunjukan masyarakat sebagai pengelola sarana air bersih berdasarkan Surat Keputusan kepengurusan. Capacity for joint action tercermin dari pembagian peran yang jelas, integrasi sumber pendanaan yang berasal dari bantuan eksternal, dana desa, dan iuran rutin masyarakat, serta keberadaan lembaga pengelola air bersih yang memiliki aturan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola kolaboratif di Desa Purnama telah melibatkan peran aktif berbagai aktor dan mendukung pengelolaan air bersih yang berkelanjutan di tingkat desa
| Dosen Pembimbing: | Wicaksono, Itok | NIDN0716106501 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Keywords/Kata Kunci: | Tata kelola kolaboratif desa; Pengelolaan air bersih berkelanjutan; Collaborative Governance Regime |
| Subjects: | 300 Social Science > 320 Political dan Government Science > 321 System of Government and States |
| Divisions: | Faculty of Social and Politics Science > Department of Government Science (S1) |
| Depositing User: | Maharani Dwi Saputri | maharanionly8@gmail.com |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 07:05 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 07:05 |
| URI: | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/30485 |
