Detail Tugas Akhir

EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DAUN BELUNTAS (Pluchea indica, L.) MENGGUNAKAN METODE SOLVENT FREE MICROWAVE EXTRACTION SEBAGAI GREEN INHIBITOR KOROSI PADA BAJA ST-37

MELINDA, APRILIA MELINDA (2026) EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DAUN BELUNTAS (Pluchea indica, L.) MENGGUNAKAN METODE SOLVENT FREE MICROWAVE EXTRACTION SEBAGAI GREEN INHIBITOR KOROSI PADA BAJA ST-37. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
1. CAVER.pdf
PDF
Text
2. ABSTRAK.pdf
PDF
Text
3. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf
PDF
Text
4. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
PDF
Text
5. BAB 3 METODOLOGI.pdf
Restricted to Registered users only
PDF
Text
6. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Registered users only
PDF
Text
7. BAB 5 PENUTUP.pdf
Restricted to Registered users only
PDF
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf
PDF
Text
9. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Abstract

Korosi merupakan salah satu penyebab utama kerusakan material logam yang berdampak pada penurunan kinerja serta umur pakai peralatan industri. Upaya pengendalian korosi melalui penggunaan inhibitor berbasis bahan alam terus dikembangkan sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Daun beluntas (Pluchea indica L.) berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber green inhibitor, namun informasi mengenai kandungan senyawa minyak atsiri hasil ekstraksi Solvent-Free Microwave Extraction (SFME) serta efektivitasnya dalam menghambat korosi pada baja ST-37 masih terbatas. penelitian ini mengevaluasi potensi minyak atsiri daun beluntas (Pluchea indica L.) sebagai green inhibitor korosi pada baja ST-37 dalam media korosif H₂SO₄ 1 M dan NaCl 3,5%. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode Solvent-Free Microwave Extraction (SFME) pada daya 700 W, yang kemudian dikarakterisasi menggunakan GC-MS. Analisis menunjukkan dominasi senyawa golongan terpenoid dan aromatik yang berperan penting dalam pembentukan lapisan pelindung pada permukaan logam. Pengujian laju korosi dilakukan dengan metode weight loss menggunakan variasi konsentrasi 0, 30, 50, dan 70 ppm. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa laju korosi menurun secara signifikan seiring bertambahnya konsentrasi inhibitor, dengan efektivitas terbaik dicapai pada konsentrasi 70 ppm. Meskipun media asam (H₂SO₄) bersifat lebih agresif dibandingkan media lain (NaCl), minyak atsiri daun beluntas menunjukkan kinerja inhibisi yang efektif melalui mekanisme adsorpsi molekul pada permukaan baja. Dengan demikian, minyak atsiri ini berpotensi besar sebagai alternatif perlindungan logam yang efisien dan ramah lingkungan

Informasi Item

Item Type Thesis (Undergraduate)
Keywords/Kata Kunci Green inhibitor, korosi, baja ST-37, Pluchea indica L., SFME, Adsorpsi, Weight loss.
Subjects 600 Technology and Applied Science > 660 Chemical Engineering and Related Technologies > 669 Metallurgy
Divisions Faculty of Engineering > Department of Chemical Engineering (S1)
Date Deposited 14 Jul 2026 06:33
Last Modified 14 Jul 2026 06:33
URI https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/31388

Actions (login required)

View Item
View Item
Ada yang bisa kami bantu?