Detail Tugas Akhir

ANALISIS FOODLOSS BUAH LOKAL PADA PEDAGANG BUAH DI WILAYAH KOTA KABUPATEN JEMBER

PRATAMA, LINTAR ARYA ILHAM (2026) ANALISIS FOODLOSS BUAH LOKAL PADA PEDAGANG BUAH DI WILAYAH KOTA KABUPATEN JEMBER. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
A. HALAMAN AWAL.pdf
PDF
Text
B. ABSTRAK.pdf
PDF
Text
C. BAB I.pdf
PDF
Text
D. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
PDF
Text
E. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
PDF
Text
F. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
PDF
Text
G. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
PDF
Text
H. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
PDF
Text
I. BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only
PDF
Text
J. DAFTAR PUSTAKA.pdf
PDF
Text
K. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Abstract

Food loss pada komoditas buah lokal masih menjadi tantangan bagi pedagang di Kabupaten Jember karena berpotensi meningkatkan kerugian ekonomi dan harga pokok penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis food loss buah lokal pada pedagang buah di wilayah Kota Kabupaten Jember, meliputi jumlah buah yang terbuang, nilai kerugian ekonomi berdasarkan harga pokok penjualan, kenaikan harga pokok penjualan setelah terjadinya food loss, serta praktik penanganan buah lokal dalam meminimalkan food loss. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode convenience sampling terhadap 36 pedagang buah yang tersebar di Kecamatan Kaliwates, Sumbersari, Patrang, dan Ajung. Komoditas yang diteliti yaitu jeruk, pisang, dan pepaya. Analisis data dilakukan melalui perhitungan food loss, nilai ekonomi food loss, harga pokok penjualan, serta penyesuaian harga pokok penjualan baru setelah terjadinya food loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat food loss buah jeruk sebesar 2,79%, pisang sebesar 8,22%, dan pepaya sebesar 11,00%. Nilai kerugian ekonomi akibat food loss masing-masing yaitu Rp17.756/kg untuk jeruk, Rp 5.798/kg untuk pisang, dan Rp 7.163/kg untuk pepaya pada per periode pembelian. Setelah terjadinya food loss, harga pokok penjualan baru meningkat sebesar 2,87% pada jeruk, 8,96% pada pisang, dan 12,36% pada pepaya. Praktik penanganan buah lokal yang dilakukan pedagang masih bersifat sederhana, seperti penyimpanan pada suhu ruang, penggunaan keranjang atau wadah terbuka, penggantungan pisang, serta pemisahan pepaya berdasarkan tingkat kematangan.

Informasi Item

Item Type Thesis (Undergraduate)
Keywords/Kata Kunci buah lokal, food loss, harga pokok penjualan, pedagang buah, penanganan buah
Subjects 500 Natural Science and Mathematics > 580 Plants, Botany > 582 Plants Noted for Characteristics & Flowers
Divisions Faculty of Agriculture > Department of Agribusiness (S1)
Date Deposited 24 Aug 2026 01:59
Last Modified 24 Aug 2026 01:59
URI https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/32849

Actions (login required)

View Item
View Item
Ada yang bisa kami bantu?