KEWENANGAN KOMISI YUDISIAL DALAM RANGKA MENJAGA DAN MENEGAKKAN KEHORMATAN, KELUHURAN MARTABAT, SERTA PERILAKU HAKIM DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA



SUSANTO, AGUNG (2019) KEWENANGAN KOMISI YUDISIAL DALAM RANGKA MENJAGA DAN MENEGAKKAN KEHORMATAN, KELUHURAN MARTABAT, SERTA PERILAKU HAKIM DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Jember.

[thumbnail of ARTIKEL.pdf] Text
ARTIKEL.pdf

Download (155kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (85kB)
[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (147kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (139kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (199kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (160kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (98kB)
[thumbnail of 1510111063.pdf] Text
1510111063.pdf

Download (254kB)

Abstract

Penelitian ini menjabarkan bahwa Kewenangan Komisi Yudisial dalam rangka
menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat serta perilaku hakim menemukan
beberapa hambatan. Di dalam Pasal 21 menyatakan bahwa untuk kepentingan pelaksanaan
kewenangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 huruf b Undang-Undang Nomor 22
Tahun 2004, Komisi Yudisial bertugas mengajukan penjatuhan sanksi terhadap hakim kepada
pimpinan Mahkamah Agung dan/atau Mahkamah Konstitusi. Kewenangan Komisi Yudisial
tersebut, ternyata dalam perkembangannya mengalami perubahan setelah permohonan
sebanyak 31 orang Hakim Agung untuk menghapuskan beberapa pasal dalam UndangUndang Nomor 22 Tahun 2004 dikabulkan oleh sebagian Mahkamah Agung. Permohonan
Judicial review terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 Tentang Komisi Yudisial,
melalui putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 005/PUU-IV/2006.
Kewenangan di dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 hanya sebatas memanggil,
memeriksa, hakim dan memberikan rekomendasi.
Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif, artinya “Permasalahan yang diangkat,
dibahas dan diuraikan dalam penelitian ini difokuskan dengan menerapkan kaidah-kaidah
atau norma-norma dalam hukum positif. Bahan hukum penelitian ini dianalisis dengan
menggunakan analisis bahan hukum kualitatif bertujuan untuk memecahkan permasalahan
yang diangkat, sedangkan jalan pemikiran yang digunakan dalam menganalisis bahan hukum
memakai “Metode deduktif yaitu memperoleh gambaran dengan menarik pengetahuan dari
hal-hal yang bersifat umum diarahkan guna mencapai hal-hal yang bersifat khusus.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu DPR dan pemerintah sepakat untuk merevisi
Undang-Undang Nomor 18 tahun 2004 dengan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2011
supaya bisa memperkuat Kewenangan dan kedudukan dari Komisi Yudisial sebagai lembaga
negara yang wewenangnya bersumber langsung dari konstitusi. Namun, dengan adanya
Undang-Undang yang baru belumlah cukup untuk memperkuat Lembaga Komisi Yudisial
dalam Rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat serta perilaku
hakim.
Kata Kunci : Kewenangan, Pengawasan Hakim

Contribution
Nama Dosen Pembimbing
NIDN/NIDK
UNSPECIFIED
Purwanto, Djoko
nidn#

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 300 Social Science > 340 Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law Science (S1)
Depositing User: rahma wahyu ningsih | ningsihrahmawahyu@gmail.com
Date Deposited: 30 Sep 2020 02:31
Last Modified: 19 Feb 2025 07:25
URI: http://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/5907

Actions (login required)

View Item View Item