HUBUNGAN KOMPLEKSITAS REGIMEN OBAT DENGAN DIABETES BURNOUT SYNDROM PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT CITRA HUSADA JEMBER
Berkas Tugas Akhir
Abstract
Kompleksitas regimen obat merupakan ukuran kuantitatif dari kesulitan yang dialami pasien dalam melaksanakan terapi farmakologis. Diabetes burnout syndrom digambarkan seperti kondisi kelelahan emosional dan mental yang disebabkan oleh beban pengelolaan penyakit diabetes secara terus-menerus, ditandai dengan perasaan lelah, frustasi, dan putus asa. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kompleksitas regimen obat dengan DBS pada pasien DM tipe-2. Sampel berjumlah 50 pasien yang diambil dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner MRCI dan DBS. Hasil univariat menunjukkan sebagian besar pasien (82%) memiliki kompleksitas regimen obat kategori sedang, dan 56% pasien mengalami DBS kategori sedang. Analisis Uji Spearman Rank Correlation menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kompleksitas regimen obat dengan DBS (p=0,023; r=0,322), yang berarti hubungan positif dengan kekuatan lemah. Kompleksitas regimen obat berkontribusi terhadap diabetes burnout syndrome, namun bukan satu-satunya faktor penentu.
Informasi Item
| Item Type | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords/Kata Kunci | Diabetes Burnout Syndrom, Kompleksitas Regimen Obat, Diabetes Mellitus Tipe 2 |
| Subjects | 600 Technology and Applied Science > 610 Medicine and Health |
| Divisions | Faculty of Health > Department of Nursing Science (S1) |
| Date Deposited | 10 Jul 2026 02:15 |
| Last Modified | 10 Jul 2026 02:15 |
| URI | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/31253 |
