Analisis Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Agroindustri Tape Skala UMKM (Studi Kasus: Tape Mayangsari Kabupaten Jember)


Ramadani, Widi Oktavia (2026) Analisis Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Agroindustri Tape Skala UMKM (Studi Kasus: Tape Mayangsari Kabupaten Jember). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

Text
A. HALAMAN DEPAN.pdf

Download (2MB)
Text
B. RINGKASAN.pdf

Download (322kB)
Text
C. BAB I.pdf

Download (312kB)
Text
D. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (480kB)
Text
E. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (498kB)
Text
F. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (666kB)
Text
G. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (313kB)
Text
H. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (391kB)
Text
I. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (540kB)

Abstract

Penelitian ini berjudul "Analisis Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Agroindustri Tape Skala UMKM (Studi Kasus: Tape Mayangsari Kabupaten Jember)". Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan agroindustri sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, khususnya singkong yang diolah menjadi tape. Salah satu UMKM yang menjadi objek penelitian adalah Tape Mayangsari di Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Meskipun telah berhasil memasarkan produknya hingga pasar nasional dan internasional, usaha ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti peningkatan nilai tambah, persaingan usaha, fluktuasi bahan baku, dan perlunya strategi pengembangan yang lebih terarah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan singkong menjadi tape menggunakan metode Hayami; (2) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha melalui analisis SWOT; serta (3) menentukan prioritas strategi pengembangan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan studi literatur. Data primer diperoleh dari pemilik usaha, petani, serta instansi terkait, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, Badan Pusat Statistik (BPS), dan dokumen pendukung lainnya. Analisis nilai tambah dilakukan menggunakan metode Hayami untuk mengetahui besarnya peningkatan nilai ekonomi yang diperoleh setelah singkong diolah menjadi tape. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimiliki Tape Mayangsari, sehingga diperoleh alternatif strategi pengembangan yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Selanjutnya, metode AHP digunakan untuk menentukan prioritas strategi yang paling efektif berdasarkan penilaian para pakar melalui perbandingan berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tape Mayangsari memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena didukung oleh kualitas produk yang baik, ketersediaan bahan baku di wilayah Mayang, jaringan pemasaran yang telah menjangkau pasar nasional hingga internasional, serta meningkatnya permintaan terhadap produk olahan berbasis singkong. Hasil analisis nilai tambah menggunakan metode Hayami menunjukkan bahwa pengolahan singkong menjadi tape pada UMKM Tape Mayangsari mampu menghasilkan nilai tambah yang tinggi. Nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp9.889,00/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 52%, sehingga termasuk dalam kategori nilai tambah tinggi. Selain itu, tingkat keuntungan usaha mencapai 71%, yang menunjukkan bahwa kegiatan pengolahan singkong menjadi tape memberikan keuntungan yang besar dan layak untuk terus dikembangkan sebagai agroindustri berbasis komoditas lokal. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kondisi internal dan eksternal Tape Mayangsari berada pada posisi yang mendukung strategi pertumbuhan (growth strategy). Hal ini mengindikasikan bahwa usaha memiliki kekuatan dan peluang yang lebih dominan dibandingkan kelemahan dan ancaman. Kekuatan utama berupa kualitas produk, ketersediaan bahan baku, serta xi jangkauan pemasaran yang telah mencapai pasar nasional dan internasional dapat dimanfaatkan untuk menangkap peluang meningkatnya permintaan produk olahan singkong. Berdasarkan kondisi tersebut, dihasilkan beberapa alternatif strategi, yaitu meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas produk, mengembangkan produk olahan turunan berbahan dasar tape, memperluas pemasaran melalui teknologi digital, meningkatkan kerja sama dengan petani dan distributor, memperluas pasar nasional maupun internasional, serta meningkatkan efisiensi proses produksi melalui penerapan teknologi yang lebih modern. Hasil analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) menunjukkan bahwa prioritas utama strategi pengembangan Tape Mayangsari adalah memaksimalkan infrastruktur dan teknologi produksi dengan bobot prioritas sebesar 0,31. Strategi tersebut dinilai paling penting karena mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, kapasitas produksi, konsistensi kualitas produk, serta daya saing usaha. Penerapan teknologi produksi yang lebih modern juga diharapkan dapat mendukung perluasan pasar, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat keberlanjutan usaha dalam menghadapi persaingan agroindustri. Kata kunci: Nilai Tambah, Tape Mayangsari, Metode Hayami, SWOT, Analytical Hierarchy Process (AHP)

Dosen Pembimbing: Setiawan, Andika Putra and Wardhana, Danu Indra | NIDN0713129401, NIDN0705089203
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Keywords/Kata Kunci: Kata kunci: Nilai Tambah, Tape Mayangsari, Metode Hayami, SWOT, Analytical Hierarchy Process (AHP)
Subjects: 600 Technology and Applied Science
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agriculture Industrial Technology (S1)
Depositing User: WIDI OKTAVIA RAMADANI | widioktavia227@gmail.com
Date Deposited: 31 Jul 2026 01:05
Last Modified: 31 Jul 2026 01:05
URI: https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/32318

Actions (login required)

View Item
View Item