Detail Tugas Akhir

Pelaksanaan Pembinaan Narapidana Residivis di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember dan Bondowoso

Sholeh Maulana, Mohamad (2016) Pelaksanaan Pembinaan Narapidana Residivis di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember dan Bondowoso. UNSPECIFIED thesis, UNSPECIFIED.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
ARTIKEL.pdf - Published Version
PDF
Text
COVER SKRIPSI.pdf
PDF
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
PDF
Text
Abstrak.pdf
PDF
Text
BAB I.pdf
PDF
Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
PDF
Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
PDF
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Abstract

Negara Republik Indonesia adalah Negara yang berdasarkan atas hukum, ketentuan ini tercantum dalam penjelasan UUD 1945 yang secara tegas menyatakan bahwa ”Negara Indonesia berdasarkan atas hukum (recht staat) tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka (macht staat)”. Sistem kepenjaraan yang sangat menekankan pada unsur balas dendam dan penjaraan yang disertai dengan lembaga “rumah penjara” secara berangsur-angsur dipandang sebagai suatu sistem dan sarana yang tidak sejalan dengan konsep rehabilitasi dan reintegrasi sosial, agar Narapidana menyadari kesalahannya, tidak lagi berkehendak untuk melakukan tindak pidana dan kembali menjadi warga masyarakat yang bertanggung jawab bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Salah satu hal yang merusak sistem masyarakat adalah adanya penjahat kambuhan atau biasa yang disebut dengan residivis para penjahat ini biasanya mengulang kejahatan yang sama, meskipun dya sudah pernah dijatuhi hukuman. Sebagai contoh seseorang telah melakukan pembunuhan terhadap orang lain dikenai pelanggaran Pasal 338 KUHP dan dikenai hukuman 10 tahun setelah 10 tahun dya menjalani hukuman, dia kembali melakukan pembunuhan. Terhadap seseorang melakukan tindak pidana, seperti contoh di atas dapat dianggap mengulangi kejahatan yang sama (residivis) dan dapat dijadikan dasar pemberat hukumannya berdasarkan ketentuan Pasal 486 KUHP ia dapat di ancam hukuman sepertiga lebih berat dari ancaman hukuman yang normal dengan catatan bahwa perbuatan yang jenisnya sama tersebut ia lakukan dalam kurang dari waktu 5 tahun setelah menjalani hukuman yang dijatuhkan.
Sistem pemasyarakatan yang dimuat dalam Pasal 1 ayat (2) tersebut dalam melaksanakan pembinaaan terhadap Narapidana didasarkan pada beberapa hal, sebagaimana termaktub dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan menyatakan bahwa:
sistem pemasyarakatan dilaksanakan berdasarkan asas:
a. pengayoman;
b. persamaan perlakuan dan pelayanan;
c. pendidikan;
d. pembimbingan;
e. penghormatan harkat dan martabat manusia;
f. kehilangan kemerdekaan merupakan satu-satunya penderitaan dan;
g. terjaminnya hak untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan orang-orang tertentu.

Informasi Item

Item Type Thesis (UNSPECIFIED)
Additional Information Mohamad Sholeh Maulana
Keywords/Kata Kunci Pembinaan, Narapidana, Residivis, Lembaga Pemasyarakatan.
Subjects 300 Social Science > 340 Law
300 Social Science > 340 Law > 342 Constitutional and Administrative Law
Divisions Faculty of Law > Department of Law Science (S1)
Date Deposited 14 May 2018 01:26
Last Modified 26 Oct 2019 02:32
URI https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/140

Actions (login required)

View Item
View Item
Ada yang bisa kami bantu?