HUBUNGAN SELECTIVE EATING DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-60 BULAN DI DESA JELBUK KABUPATEN JEMBER
HANUWNA, NAJWA (2025) HUBUNGAN SELECTIVE EATING DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-60 BULAN DI DESA JELBUK KABUPATEN JEMBER. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.
1. PENDAHULUAN.pdf
Download (858kB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (530kB)
3. BAB I.pdf
Download (615kB)
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (721kB)
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (605kB)
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (715kB)
7. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (627kB)
8. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (666kB)
9. BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only
Download (602kB)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (538kB)
Abstract
Stunting merupakan suatu kondisi pada anak yang mengalami keterlambatan pertumbuhan atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi berkepanjangan yang dimulai sejak dalam kandungan ibu pada 1.000 hari pertama kehidupan hingga usia 23 bulan. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap stunting adalah selective eating, yaitu perilaku anak yang menolak untuk mencoba atau mengonsumsi berbagai jenis makanan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan selective eating dengan kejadian stunting pada anak usia 12-60 bulan di Desa Jelbuk Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 164 orang tua dan anak usia 12-60 bulan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data selective eating dikumpulkan menggunakan kuesioner Child Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ), dan data stunting diperoleh melalui pengukuran antropometri tinggi badan dan panjang badan menurut umur (TB/U) dan (PB/U) kemudian dibandingkan dengan standar z-score WHO. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 164 anak, sebanyak 81 anak (49%) memiliki perilaku selective eating dan 83 anak (51%) non selective eating. Sedangkan 73 anak (44%) mengalami stunting dan 91 anak (56%) tidak mengalami stunting. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara selective eating dengan kejadian stunting dengan nilai p <.001. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara selective eating dengan kejadian stunting pada anak usia 12-60 bulan di Desa Jelbuk Kabupaten Jember. Anak dengan selective eating memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami stunting. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar intervensi gizi serta edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pola makan seimbang pada anak usia dini.
| Dosen Pembimbing: | ROHMAH, NIKMATUR and ANGGRAENI, ZUHROTUL EKA YULIS | NIDN0026067202, NIDN0717078505 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Keywords/Kata Kunci: | Selective Eating, Stunting, Anak Usia 12-60 Bulan |
| Subjects: | 600 Technology and Applied Science > 610 Medicine and Health > 614 Public Preventive Medicine |
| Divisions: | Faculty of Health > Department of Nursing Science (S1) |
| Depositing User: | Najwa Hanuwna | najwahanuwna19@gmail.com |
| Date Deposited: | 08 Aug 2025 07:22 |
| Last Modified: | 08 Aug 2025 07:22 |
| URI: | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/26493 |
