Implementasi pemberian asi sebagai penanganan hiperbilirubinemia pada bayi BBLR fi ruang perinatologi RSUD dr. H Koesnadi Bondowoso
Berkas Tugas Akhir
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
7. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
9. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
10. ARTIKEL.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu
kelompok neonatus yang rentan mengalami hiperbilirubinemia akibat imaturitas fungsi hati dan lambatnya motilitas usus. Hiperbilirubinemia dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk ensefalopati bilirubin, apabila tidak ditangani secara tepat. Salah satu metode non-invasif yang efektif dalam menangani
hiperbilirubinemia adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI), yang mampu
mempercepat eliminasi bilirubin melalui feses dan urin. Metode: Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah bayi BBLR dengan hiperbilirubinemia yang memenuhi kriteria inklusi.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan telaah
dokumentasi medis. Asuhan keperawatan difokuskan pada lima tahap: pengkajian,
diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi, dengan intervensi utama berupa
pemberian ASI secara intensif. Hasil: Setelah dilakukan intervensi ASI sebanyak
12 kali per 24 jam selama 2x24 jam, kadar bilirubin total bayi menurun drastis
dari 16,27 mg/dL menjadi 2,79 mg/dL. Selain itu, terjadi perbaikan klinis
signifikan, seperti peningkatan refleks hisap, frekuensi BAB, dan warna kulit
yang kembali normal. Hasil ini menunjukkan bahwa ASI berperan penting dalam
menurunkan kadar bilirubin secara fisiologis dan mendukung pemulihan bayi
BBLR. Kesimpulan: Pemberian ASI merupakan intervensi keperawatan yang
efektif, aman, dan fisiologis dalam penatalaksanaan hiperbilirubinemia pada bayi
BBLR. ASI tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga berfungsi
sebagai terapi suportif yang mempercepat ekskresi bilirubin, sehingga
direkomendasikan sebagai strategi utama dalam tatalaksana hiperbilirubinemia
neonatal ringan hingga sedang.
Kata Kunci: Bayi Berat Lahir Rendah; Hiperbilirubinemia; AS;, Asuhan Keperawatan;
Neonatus.
Informasi Item
| Item Type | Thesis (Vocational Education) |
|---|---|
| Keywords/Kata Kunci | Bayi Berat Lahir Rendah; Hiperbilirubinemia; AS;, Asuhan Keperawatan; Neonatus. |
| Subjects | 600 Technology and Applied Science > 610 Medicine and Health > 616 Diseases |
| Divisions | Faculty of Health > Diploma of Nursing (D3) |
| Date Deposited | 14 Aug 2025 06:14 |
| Last Modified | 14 Aug 2025 06:14 |
| URI | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/26713 |
