HUBUNGAN STRES ORGANISASI DENGAN RISIKO BURNOUT PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PARU JEMBER
Berkas Tugas Akhir
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
7. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
8. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
9. BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only
11. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang terjadi akibat paparan stres kerja berkepanjangan, khususnya pada profesi dengan tuntutan layanan intensif seperti perawat. Stres organisasi menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu burnout melalui beban kerja tinggi, ketidakjelasan peran, konflik interpersonal, dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan stres organisasi dengan risiko burnout pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Paru Jember. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 42 perawat dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner stres organisasi dan Maslach Burnout Inventory (MBI). Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank pada tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (59,5%), berusia 36–45 tahun (61,9%), memiliki pendidikan D3 (54,8%), dan masa kerja 1–10 tahun (81%). Tingkat stres organisasi terbanyak berada pada kategori sedang (73,8%), sedangkan burnout paling banyak pada kategori sedang (59,7%). Uji bivariat menunjukkan p-value 0,647 dengan koefisien korelasi -0,073, yang mengindikasikan tidak terdapat hubungan signifikan antara stres organisasi dan burnout. Arah korelasi negatif yang lemah menunjukkan bahwa peningkatan stres organisasi tidak secara langsung berkaitan dengan kenaikan risiko burnout. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun perawat menghadapi tekanan kerja, faktor lain seperti mekanisme koping, dukungan sosial, dan pengalaman kerja berperan penting dalam mencegah burnout.
Informasi Item
| Item Type | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords/Kata Kunci | burnout, perawat, rumah sakit, rawat inap, stres organisasi |
| Subjects | 300 Social Science > 305 Social Groups |
| Divisions | Faculty of Health > Department of Nursing Science (S1) |
| Date Deposited | 21 Aug 2025 01:59 |
| Last Modified | 21 Aug 2025 01:59 |
| URI | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/27192 |
