PENGARUH JENIS MINYAK NABATI TERHADAP VISUAL, DENSITAS, VISKOSITAS, DAN NILAI KALOR SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF HASIL TRANSESTERIFIKASI DENGAN KATALIS KOH
AJIS, AAN CANDRA AJIS (2026) PENGARUH JENIS MINYAK NABATI TERHADAP VISUAL, DENSITAS, VISKOSITAS, DAN NILAI KALOR SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF HASIL TRANSESTERIFIKASI DENGAN KATALIS KOH. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.
1. PENDAHULUAN.pdf
Download (1MB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (819kB)
3. BAB I.pdf
Download (836kB)
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (888kB)
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (874kB)
7. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (826kB)
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (822kB)
9. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Krisis energi global serta ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang tidak berkelanjutan mendorong pengembangan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, salah satunya biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis minyak nabati terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan melalui proses transesterifikasi menggunakan katalis KOH. Bahan baku yang digunakan meliputi minyak jelantah, minyak kemiri, dan minyak zaitun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan proses transesterifikasi pada suhu 60°C, rasio molar metanol terhadap minyak 6:1, waktu reaksi 60 menit, dan konsentrasi katalis KOH sebesar 1% berat minyak. Biodiesel yang dihasilkan kemudian diuji berdasarkan parameter penampilan visual, densitas, viskositas, dan nilai kalor, dengan mengacu pada standar SNI 7182:2015 dan ASTM D6751. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biodiesel dari minyak zaitun dan minyak kemiri memiliki penampilan visual yang jernih dan memenuhi standar, sedangkan biodiesel dari minyak jelantah menunjukkan warna coklat akibat kandungan pengotor. Nilai densitas dan viskositas biodiesel dari minyak zaitun dan minyak kemiri berada dalam rentang standar, sementara biodiesel dari minyak jelantah memiliki viskositas yang melebihi batas yang diizinkan. Pengujian nilai kalor menunjukkan bahwa biodiesel dari minyak kemiri memiliki nilai kalor tertinggi dibandingkan minyak jelantah dan minyak zaitun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis minyak nabati berpengaruh signifikan terhadap karakteristik biodiesel, dan minyak kemiri memiliki potensi yang baik sebagai bahan baku biodiesel alternatif yang berkelanjutan.
| Dosen Pembimbing: | ABIDIN, ASROFUL and BAHRI, MOKH. HAIRUL | NIDN0703109207, NIDN0717087203 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Additional Information: | aaancandra@gmail.com |
| Keywords/Kata Kunci: | biodiesel, minyak jelantah, minyak kemiri, minyak zaitun, transesterifikasi, KOH |
| Subjects: | 600 Technology and Applied Science > 660 Chemical Engineering and Related Technologies > 668 Technology of Other Organic Products |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Mechanical Engineering (S1) |
| Depositing User: | AAN CANDRA AJIS | aaancandra@gmail.com |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 02:04 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 02:04 |
| URI: | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/29887 |
