(TABS) THE WORD DOG AS A SWEAR SOCIOCULTURAL STUDY


NADIA, KHOIRUN (2026) (TABS) THE WORD DOG AS A SWEAR SOCIOCULTURAL STUDY. KONFIKS, 12 (4). pp. 88-97. ISSN 2746-1866

Text
lembar pengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (921kB)
Text
08_Khoirun+Nadia.pdf
Restricted to Registered users only

Download (329kB)
Text
PPT SIDANG.pdf
Restricted to Registered users only

Download (40MB)
Official URL: https://journal.unismuh.ac.id/index.php/konfiks/ar...

Abstract

Penggunaan kata anjing dan variasinya sebagai umpatan merupakan fenomena linguistik yang mencerminkan
dinamika nilai, norma, dan kebiasaan dalam masyarakat Indonesia. Umpatan ini tidak hanya berfungsi sebagai
ekspresi emosi negatif, tetapi juga memiliki makna sosial yang dipengaruhi oleh perkembangan budaya digital dan
interaksi antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosiokultural penggunaan kata anjing
dengan meninjau bagaimana nilai sosial budaya, norma kesopanan, dan kebiasaan masyarakat berperan dalam
membentuk fungsi serta penerimaan kata tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori
sosiokultural Vygotsky (1978) sebagai dasar analisis. Data dikumpulkan melalui Google Form yang melibatkan 102
responden dari tiga rentang usia (15–25 tahun, 26–35 tahun, dan 36–45 tahun). Data kemudian dianalisis melalui
proses seleksi, kategorisasi, dan interpretasi berbasis makna. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran
makna penggunaan kata anjing antar generasi. Generasi muda cenderung memaknai umpatan ini sebagai ekspresi
spontan, candaan, dan simbol keakraban, sementara generasi dewasa dan tua lebih memandangnya sebagai
pelanggaran norma kesopanan dan nilai moral. Fenomena ini menampilkan pelonggaran batas norma linguistik serta
terbentuknya kebiasaan baru yang dipengaruhi oleh media digital dan lingkungan pertemanan. Secara sosiokultural,
penggunaan kata anjing mencerminkan proses internalisasi nilai budaya dan adaptasi bahasa terhadap perubahan
sosial. Penelitian ini berimplikasi pada pemahaman bahwa umpatan tidak sekedar bentuk ekspresi negatif, tetapi juga
representasi identitas sosial dan perubahan budaya dalam masyarakat Indonesia.

Dosen Pembimbing: AMILIA, FITRI and MIJIANTI, YERRY | NIDN0725068501, NIDN0709108101
Item Type: Article
Keywords/Kata Kunci: Kata anjing, umpatan, nilai sosial, norma kesopanan, kajian sosiokultural
Subjects: 400 Language
400 Language > 410 Linguistics > 418 Standard Usage & Applied Linguistics
Divisions: Faculty of Teaching and Education Science > Department of Indonesian Literature Education (S1)
Depositing User: Khoirun Nadia | khoirunnadia21@gmail.com
Date Deposited: 05 Feb 2026 07:45
Last Modified: 06 Feb 2026 06:37
URI: https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/30069

Actions (login required)

View Item
View Item