KEWENANGAN PENJABAT BUPATI DALAM MUTASI APARATUR SIPIL NEGARA MENURUT PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 4 TAHUN 2023 TENTANG PENJABAT GUBERNUR, PENJABAT BUPATI, DAN PENJABAT WALIKOTA (STUDI PADA KABUPATEN BONDOWOSO)


ALMIANSYAH, DANANG MAULANA (2026) KEWENANGAN PENJABAT BUPATI DALAM MUTASI APARATUR SIPIL NEGARA MENURUT PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 4 TAHUN 2023 TENTANG PENJABAT GUBERNUR, PENJABAT BUPATI, DAN PENJABAT WALIKOTA (STUDI PADA KABUPATEN BONDOWOSO). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

Text
HALAMAN DEPAN.pdf - Updated Version

Download (3MB)
Text
BAB I.pdf

Download (696kB)
Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (750kB)
Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (711kB)
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (500kB)
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (494kB)

Abstract

Pengisian jabatan Penjabat (Pj.) Kepala Daerah selama masa transisi pemilihan kepala daerah serentak menimbulkan persoalan hukum terkait batasan wewenang dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya mengenai kebijakan mutasi jabatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis batasan wewenang Penjabat (Pj.) Bupati dalam melakukan mutasi ASN berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2023 serta mengkaji implikasi hukum dari pelaksanaan mutasi yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wewenang Pj. Bupati merupakan wewenang atribusi yang terbatas serta tunduk pada asas legalitas dan prinsip negara hukum. Dalam konteks mutasi ASN, Pj. Bupati dilarang melakukan mutasi tanpa persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam Pasal 15 ayat (2) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2023. Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga netralitas ASN, mencegah politisasi birokrasi, dan menjamin stabilitas pemerintahan daerah selama masa transisi politik. Pelaksanaan mutasi ASN tanpa persetujuan Menteri Dalam Negeri mengakibatkan terjadinya cacat wewenang (*detournement de pouvoir*), yang berpotensi menyebabkan keputusan administrasi menjadi tidak sah atau dibatalkan. Studi kasus mengenai mutasi pejabat di Kabupaten Bondowoso menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur administrasi dan pembatasan wewenang demi menjamin kepastian hukum serta tata kelola pemerintahan yang baik.

Dosen Pembimbing: FAUZIYAH, FAUZIYAH | NIDN0711078102
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Keywords/Kata Kunci: Wewenang, Penjabat Bupati, mutasi ASN, asas legalitas, penyalahgunaan wewenang
Subjects: 300 Social Science > 340 Law > 348 Laws, Regulations & Cases
Divisions: Faculty of Law > Department of Law Science (S1)
Depositing User: Danang Maulana Almiansyah | maulanadanang045@gmail.com
Date Deposited: 14 Jul 2026 00:45
Last Modified: 14 Jul 2026 00:45
URI: https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/31337

Actions (login required)

View Item
View Item