PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENGURANGI KETEGANGAN FISIK PADA LANSIA YANG MENGALAMI INSOMNIA DI PSTW JEMBER


VERONICA, PUSPITA VERONICA BINTANG (2026) PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENGURANGI KETEGANGAN FISIK PADA LANSIA YANG MENGALAMI INSOMNIA DI PSTW JEMBER. Vocational Education thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

Text
1. PENDAHULUAN.pdf

Download (1MB)
Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (249kB)
Text
3. BAB I.pdf

Download (150kB)
Text
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (262kB)
Text
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (54kB)
Text
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (238kB)
Text
7. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (164kB)
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (152kB)
Text
9. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan ketegangan fisik, seperti pegal, nyeri otot, dan rasa tidak nyaman yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi ketegangan fisik dan memperbaiki kualitas tidur adalah relaksasi otot progresif. Tujuan: Mengidentifikasi perubahan ketegangan fisik setelah dilakukan relaksasi otot progresif pada lansia yang mengalami insomnia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu lansia yang mengalami insomnia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jember. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengukuran tingkat insomnia menggunakan Insomnia Severity Index (ISI), dan pengukuran ketegangan fisik. Penelitian dilaksanakan selama empat hari, yaitu hari pertama dilakukan pengkajian dan hari kedua sampai hari keempat diberikan intervensi relaksasi otot progresif selama 10–15 menit setiap sesi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat insomnia dan ketegangan fisik setelah penerapan relaksasi otot progresif. Pada hari pertama diperoleh skor ISI 16 (insomnia sedang) dan skor ketegangan fisik 8 (berat). Pada hari kedua belum terdapat perubahan skor. Perubahan mulai terlihat pada hari ketiga dengan skor ISI 12 (insomnia ringan) dan skor ketegangan fisik 6 (sedang). Pada hari keempat skor ISI menurun menjadi 9 (insomnia ringan) dan skor ketegangan fisik menjadi 4 (ringan). Lansia melaporkan tubuh terasa lebih rileks, keluhan pegal berkurang, frekuensi terbangun pada malam hari menurun, lebih mudah tidur kembali, dan merasa lebih segar saat bangun pagi. Kesimpulan: Penerapan relaksasi otot progresif selama tiga kali intervensi dalam empat hari penelitian dapat membantu menurunkan ketegangan fisik dan memperbaiki kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia.

Dosen Pembimbing: ZAINI, MAD | nidn0714078705
Item Type: Thesis (Vocational Education)
Keywords/Kata Kunci: Insomnia, Lansia, Relaksasi Otot Progresif, Ketegangan Fisik.
Subjects: 600 Technology and Applied Science > 610 Medicine and Health > 616 Diseases
Divisions: Faculty of Health > Diploma of Nursing (D3)
Depositing User: Veronica Bintang Puspita | veronicapuspit04@gmail.com
Date Deposited: 16 Jul 2026 08:23
Last Modified: 16 Jul 2026 08:23
URI: https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/31495

Actions (login required)

View Item
View Item