Analisis Pendapatan Dan Efisiensi Sistem Usahatani Monokultur Dan Intercropping Pada Musim Kemarau Desa Gunungsari
DAFIT, MOHAMMAD (2026) Analisis Pendapatan Dan Efisiensi Sistem Usahatani Monokultur Dan Intercropping Pada Musim Kemarau Desa Gunungsari. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.
A. HALAMAN DEPAN.pdf
Download (2MB)
B. ABSTRAK.pdf
Download (387kB)
C. BAB I.pdf
Download (353kB)
D. BAB II.pdf
Download (458kB)
E. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (342kB)
F. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (500kB)
G. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (349kB)
H. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (616kB)
I. BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only
Download (323kB)
J. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (384kB)
K. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan penerapan sistem usahatani monokultur tembakau dan intercropping tembakau dengan cabai pada musim kemarau di Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Perbedaan pola tanam tersebut diduga memengaruhi tingkat pendapatan dan efisiensi usahatani yang diterima petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan dan efisiensi usahatani, serta membandingkan biaya produksi dan
pendapatan antara sistem usahatani monokultur dan intercropping. Penelitian menggunakan metode komparatif dengan sampel sebanyak 63 petani yang terdiri
atas 26 petani monokultur dan 37 petani intercropping. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan probability sampling dengan teknik multistage sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta didukung data sekunder. Analisis data meliputi perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, uji beda Independent Samples t-test, dan analisis Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani
intercropping sebesar Rp91.443.128/ha, lebih tinggi dibandingkan usahatani monokultur sebesar Rp60.267.221/ha. Hasil uji beda menunjukkan bahwa biaya produksi kedua sistem tidak berbeda nyata, sedangkan pendapatan berbeda nyata. Kedua sistem usahatani layak diusahakan karena memiliki nilai R/C Ratio lebih dari satu, namun sistem intercropping memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dengan nilai R/C Ratio 6,62, sedangkan sistem monokultur sebesar 4,10. Dengan
demikian, sistem intercropping lebih efisien dan memberikan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan sistem monokultur pada musim kemarau di Desa Gunungsari.
Kata Kunci: Efisiensi Usahatani, Intercropping, Monokultur, Pendapatan.
| Dosen Pembimbing: | HADI, SYAMSUL and AULIA, ANISA NURINA | nidn0715037001, nidn0705039103 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Keywords/Kata Kunci: | Usahatani, Pendapatan, Efisiensi, Monokultur, Intercropping. |
| Subjects: | 300 Social Science > 330 Economics > 338 Production, Industrial Economics 500 Natural Science and Mathematics |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Agribusiness (S1) |
| Depositing User: | Mohammad Dafit | mohammaddafit1@gmail.com |
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 01:04 |
| Last Modified: | 17 Jul 2026 01:04 |
| URI: | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/31520 |
