KEABSAHAN SURAT PENYIDIKAN LANJUTAN DALAM MENETAPKAN STATUS TERSANGKA DUGAAN TINDAK PIDANA


YOSEPH, CHRISWAHYUDHA (2026) KEABSAHAN SURAT PENYIDIKAN LANJUTAN DALAM MENETAPKAN STATUS TERSANGKA DUGAAN TINDAK PIDANA. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Jember.

Text
2410114016_PDF_YOSEPH CHRISWAHYUDHA_PENDAHULUAN.pdf

Download (549kB)
Text
2410114016_PDF_YOSEPH CHRISWAHYUDHA_ABSTRAK.pdf

Download (142kB)
Text
2410114016_PDF_YOSEPH CHRISWAHYUDHA_BAB I.pdf

Download (1MB)
Text
2410114016_PDF_YOSEPH CHRISWAHYUDHA_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
2410114016_PDF_YOSEPH CHRISWAHYUDHA_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
Text
2410114016_PDF_YOSEPH CHRISWAHYUDHA_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (417kB)
Text
2410114016_PDF_YOSEPH CHRISWAHYUDHA_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (279kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan penggunaan Surat Perintah
Penyidikan Lanjutan serta kualifikasi yuridisnya dalam menetapkan status tersangka
dugaan tindak pidana berdasarkan Putusan Praperadilan Nomor 2/Pid.Pra/2025/PN.Jmr.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif (normative legal
research) dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan
konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hakim
Praperadilan menyatakan penerbitan Surat Perintah Penyidikan Lanjutan tetap sah
menurut hukum berdasarkan ketentuan Pasal 7 ayat (1) huruf j KUHAP mengenai
kewenangan penyidik untuk melakukan "tindakan lain menurut hukum yang bertanggung
jawab". Hakim menilai surat tersebut merupakan instrumen administratif guna
melanjutkan proses penyidikan yang telah berjalan, bukan bentuk penyidikan ganda
(double investigation) atau dimulainya penyidikan baru. Meskipun demikian, penelitian
ini memberikan catatan kritis bahwa ketiadaan batasan dan parameter normatif yang tegas
dalam pertimbangan hakim berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum serta diskresi
yang terlalu luas, sehingga diperlukan pengaturan yang eksplisit dalam KUHAP maupun
Peraturan Kepolisian mengenai standar penerbitan penyidikan lanjutan demi menjamin
due process of law dan perlindungan Hak Asasi Manusia.

Dosen Pembimbing: LUTFIAN, UBAIDILLAH | NIDN0717018802
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Keywords/Kata Kunci: Praperadilan, Penyidikan Lanjutan, Penetapan Tersangka, Pertimbangan Hakim, Kepastian Hukum.
Subjects: 300 Social Science > 340 Law > 345 Criminal Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law Science (S1)
Depositing User: YOSEPH CHRISWAHYUDHA | josefferguson88@gmail.com
Date Deposited: 20 Aug 2026 07:26
Last Modified: 20 Aug 2026 07:26
URI: https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/32710

Actions (login required)

View Item
View Item