HUBUNGAN SELF-PERCEIVED HEALTH DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI KOMUNITAS SEKOLAH EYANG DESA SUMBERLESUNG KECAMATAN LEDOKOMBO KABUPATEN JEMBER


LOYANTARA, FAIRUZ THIFAL (2026) HUBUNGAN SELF-PERCEIVED HEALTH DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI KOMUNITAS SEKOLAH EYANG DESA SUMBERLESUNG KECAMATAN LEDOKOMBO KABUPATEN JEMBER. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

Text
A. PENDAHULUAN.pdf

Download (11MB)
Text
B. ABSTRAK.pdf

Download (824kB)
Text
C. BAB I.pdf

Download (763kB)
Text
D. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
E. BAB III .pdf
Restricted to Registered users only

Download (754kB)
Text
F. BAB IV .pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
G. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (678kB)
Text
H. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
I. BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only

Download (877kB)
Text
J. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (607kB)
Text
K. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Latar belakang: Proses menua merupakan fase alami yang ditandai penurunan fungsi fisik, psikologis, dan sosial yang dapat mempengaruhi persepsi kesehatan dan kualitas hidup lansia. Self-Perceived Health (SPH) menjadi indikator subjektif yang mencerminkan bagaimana lansia menilai kondisi kesehatannya dan hubungannya dengan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Self-Perceived Health dengan kualitas hidup lansia di komunitas Sekolah Eyang, Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 50 responden, dengan teknik total sampling sehingga jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner SPH-12 untuk Self-Perceived Health dan OPQOL-21 untuk kualitas hidup lansia. Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki Self-Perceived Health tinggi (82,0%) dan kualitas hidup tinggi (80%). Uji statistik Spearman menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,937 yang menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif antara Self-Perceived Health dan kualitas hidup lansia. Analisis: Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik persepsi kesehatan lansia, semakin tinggi kualitas hidup yang dirasakan. Hal ini sejalan dengan teori adaptasi dan teori perkembangan yang menekankan kemampuan lansia dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi fisik, psikologis, dan sosial. Diskusi: Terdapat hubungan yang signifikan antara Self-Perceived Health dengan kualitas hidup lansia di komunitas Sekolah Eyang, Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.
Kata kunci: Self-Perceived Health, kualitas hidup, lansia
Daftar pustaka: 66 (2021-2026)

Dosen Pembimbing: ELMAGHFUROH, DIAN RATNA and NUGRAHANI, ELY RAHMATIKA | NIDN0720049003, NIDN0705029301
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Keywords/Kata Kunci: Self-Perceived Health, kualitas hidup, lansia
Subjects: 300 Social Science > 302 Social Interaction, Interpersonal Relations
Divisions: Faculty of Health > Department of Nursing Science (S1)
Depositing User: Fairuz Thifal Loyantara | fairuzthifal426@gmail.com
Date Deposited: 19 May 2026 06:13
Last Modified: 10 Jun 2026 04:11
URI: https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/30718

Actions (login required)

View Item
View Item