IMPLEMENTASI TEKNIK NAPAS DALAM SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN GANGGUAN PERTUKARAN GAS PADA PASIEN ASMA KRONIS DI IGD RSUD dr. H KOESNADI BONDOWOSO
ARISKI, EHSAN (2026) IMPLEMENTASI TEKNIK NAPAS DALAM SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN GANGGUAN PERTUKARAN GAS PADA PASIEN ASMA KRONIS DI IGD RSUD dr. H KOESNADI BONDOWOSO. Vocational Education thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.
1. PENDAHULUAN.pdf
Download (1MB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (29kB)
3. BAB I.pdf
Download (33kB)
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (339kB)
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (47kB)
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (165kB)
7. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (147kB)
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (146kB)
9. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis saluran napas yang dapat menyebabkan gangguan pertukaran gas akibat penyempitan jalan napas. Kondisi ini sering menimbulkan sesak napas, penurunan saturasi oksigen, serta peningkatan kerja pernapasan yang memerlukan penanganan segera di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah teknik napas dalam untuk meningkatkan ventilasi paru dan oksigenasi.Tujuan: Mendeskripsikan implementasi teknik napas dalam sebagai upaya menurunkan gangguan pertukaran gas pada pasien asma kronis di IGD RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu pasien asma kronis yang mengalami gangguan pertukaran gas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi teknik napas dalam diberikan disertai observasi perubahan kondisi respirasi dan saturasi oksigen pasien. Hasil: Sebelum intervensi, pasien mengalami sesak napas, penggunaan otot bantu pernapasan, retraksi dinding dada, dan saturasi oksigen sebesar 85%. Setelah diberikan teknik napas dalam, terapi oksigen, dan posisi semi Fowler, kondisi pasien menunjukkan perbaikan secara bertahap. Saturasi oksigen meningkat menjadi 94%, kemudian 95%, 96%, 97%, hingga mencapai 99%. Keluhan sesak napas berkurang, penggunaan otot bantu napas menurun, dan pasien tampak lebih rileks. Kesimpulan: Implementasi teknik napas dalam dapat membantu meningkatkan saturasi oksigen dan menurunkan gangguan pertukaran gas pada pasien asma kronis di IGD. Teknik ini dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan efektif dalam mendukung perbaikan status respirasi pasien.
Kata kunci: Teknik napas dalam, Gangguan pertukaran gas, Asma kronis, Saturasi oksigen, Keperawatan gawat darurat.
| Dosen Pembimbing: | Susilo, Cipto | nidn0715077001 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Vocational Education) |
| Keywords/Kata Kunci: | Sikap, Norma Subjektif, Kontrol Perilaku, Niat Beli, Perilaku Pembelian |
| Subjects: | 600 Technology and Applied Science > 610 Medicine and Health > 616 Diseases |
| Divisions: | Faculty of Health > Diploma of Nursing (D3) |
| Depositing User: | Ehsan Ariski | riskiehsan@gmail.com |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 08:34 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 08:36 |
| URI: | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/31719 |
