HUBUNGAN ANTARA PERFECTIONISM DAN BODY DISSATISFACTION PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK DI JEMBER.
Wijaya, Langgam Cintatya (2026) HUBUNGAN ANTARA PERFECTIONISM DAN BODY DISSATISFACTION PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK DI JEMBER. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.
1. HALAMAN DEPAN.pdf
Download (783kB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (581kB)
3. BAB I.pdf
Download (623kB)
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (513kB)
5. BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (631kB)
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (669kB)
7. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (352kB)
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (584kB)
9. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Masa remaja ditandai dengan meningkatnya perhatian terhadap penampilan fisik
dan kepekaan terhadap penilaian sosial, kondisi yang semakin relevan seiring
tingginya paparan konten penampilan dan standar kecantikan di TikTok. Situasi ini
berpotensi memicu body dissatisfaction, yaitu penilaian negatif individu terhadap
tubuhnya karena dianggap tidak sesuai standar ideal. Perfectionism diduga menjadi
salah satu karakteristik yang berkaitan dengan cara individu mengevaluasi dirinya
dalam konteks tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara
perfectionism dan body dissatisfaction pada remaja pengguna TikTok di Kabupaten
Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
korelasional. Sampel terdiri dari 384 remaja usia 16–18 tahun berdomisili di Jember
dan aktif menggunakan TikTok, dipilih melalui teknik accidental sampling sebagai
bagian dari non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan
Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ
AS) untuk mengukur body dissatisfaction (α = 0,675) dan Child-Adolescent
Perfectionism Scale (CAPS) untuk mengukur perfectionism (α = 0,742), lalu
dianalisis dengan teknik korelasi Pearson Product-Moment melalui IBM SPSS
Statistics. Hasil analisis deskriptif menunjukkan aspek appearance evaluation
memperoleh persentase tertinggi pada variabel body dissatisfaction (61,2%),
sementara aspek socially prescribed perfectionism berada pada kategori rendah
(51,3%) pada variabel perfectionism. Hasil uji korelasi menunjukkan koefisien r = -0,528 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan hubungan signifikan
berarah negatif dengan kekuatan sedang antara perfectionism dan body
dissatisfaction. Artinya, semakin tinggi perfectionism, semakin rendah
kecenderungan body dissatisfaction pada remaja pengguna TikTok di Kabupaten
Jember.
| Dosen Pembimbing: | Handayani, Panca Kursistin and Linsiya, Ria Wiyatfi | NIDN033037301, NIDN0719019204 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Keywords/Kata Kunci: | body dissatisfaction, perfectionism, remaja, TikTok |
| Subjects: | 100 Philosophy > 150 Psychology > 158 Applied Psychology |
| Divisions: | Faculty of Psychology > Department of Psychology (S1) |
| Depositing User: | Langgam Cintatya Wijaya | langgamcintatya@gmail.com |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 04:18 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 04:18 |
| URI: | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/32743 |
