IMPLEMENTASI TERAPI PUZZLE PADA LANSIA DENGAN GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF DI PSTW JEMBER
FAIZAH, DEA HUSNAA (2026) IMPLEMENTASI TERAPI PUZZLE PADA LANSIA DENGAN GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF DI PSTW JEMBER. Vocational Education thesis, universitas muhammadiyah jember.
1. PENDAHULUAN.pdf
Download (1MB)
2. ABSTRAK.pdf
Download (32kB)
3. BAB I.pdf
Download (174kB)
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (302kB)
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (176kB)
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (74kB)
7. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (32kB)
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (158kB)
9. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (5MB)
Abstract
Gangguan fungsi kognitif pada lansia merupakan kondisi penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi yang sering terjadi akibat proses penuaan. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari serta menurunkan tingkat kemandirian. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif adalah terapi puzzle sebagai bentuk stimulasi kognitif yang melatih daya ingat, konsentrasi, perhatian, dan kemampuan berpikir. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi terapi puzzle pada lansia dengan gangguan fungsi kognitif di Panti Sosial Tresna Werdha Jember. Metode penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dengan subjek seorang lansia yang mengalami gangguan fungsi kognitif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pengukuran fungsi kognitif menggunakan instrumen Mini Mental State Examination (MMSE). Terapi puzzle diberikan secara terstruktur selama empat hari berturut-turut dengan pendampingan dan observasi terhadap kemampuan klien dalam menyelesaikan puzzle. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan fungsi kognitif secara bertahap. Skor MMSE meningkat dari 18 pada hari pertama menjadi 20 pada hari kedua, 22 pada hari ketiga, dan 25 pada hari keempat. Selain peningkatan skor MMSE, klien juga menunjukkan peningkatan kemampuan fokus, memahami instruksi, kecepatan berpikir, serta kemampuan menyelesaikan puzzle secara lebih mandiri. Dapat disimpulkan bahwa terapi puzzle efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk memberikan stimulasi kognitif pada lansia dengan gangguan fungsi kognitif. Terapi ini berpotensi meningkatkan fungsi kognitif, konsentrasi, daya ingat, serta kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari sehingga dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan gerontik.
| Dosen Pembimbing: | Elmaghfuroh, Dian | NIND0720049003 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Vocational Education) |
| Keywords/Kata Kunci: | Kata Kunci: Lansia; Gangguan Fungsi Kognitif; Terapi Puzzle. |
| Subjects: | 600 Technology and Applied Science > 610 Medicine and Health |
| Divisions: | Faculty of Health > Diploma of Nursing (D3) |
| Depositing User: | Dea Husnaa Faizah | dea.husna88@gmail.com |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 02:15 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 02:17 |
| URI: | https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/31693 |
