Hubungan Intensitas Screen time Dengan Gangguan Perkembangan Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di Kelurahan Kotakulon Kabupaten Bondowoso


RACHMADITA, KAMILAH (2026) Hubungan Intensitas Screen time Dengan Gangguan Perkembangan Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di Kelurahan Kotakulon Kabupaten Bondowoso. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

Text
A. PENDAHULUAN.pdf

Download (7MB)
Text
B. ABSTRAK.pdf

Download (808kB)
Text
C. BAB I.pdf

Download (949kB)
Text
D. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
E. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (881kB)
Text
F. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
G. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
H. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (950kB)
Text
I. BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only

Download (919kB)
Text
J. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (970kB)
Text
K. LAMPIRAN.pdf

Download (4MB)
Text
L. ARTIKEL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184kB)

Abstract

Masa balita merupakan periode emas (golden age) di mana perkembangan otak anak mencapai sekitar 80% dan sangat peka terhadap stimulasi lingkungan. Di era digital, perubahan pola pengasuhan memicu peningkatan intensitas screen time pada anak usia dini yang berisiko mengurangi kesempatan interaksi dua arah dan stimulasi motorik maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas screen time dengan gangguan perkembangan pada anak usia 3-5 tahun di Kelurahan Kotakulon, Kabupaten Bondowoso. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua dan anak usia 3-5 tahun yang menghadiri kegiatan Posyandu di Kelurahan Kotakulon sebanyak 127 orang. Sampel berjumlah 96 responden yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling berbantuan spin wheel digital. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Screen-Q yang telah dimodifikasi untuk mengukur intensitas screen time serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk mendeteksi gangguan perkembangan anak. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman rank (Spearman rho) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara intensitas screen time dengan gangguan perkembangan pada anak usia 3-5 tahun di Kelurahan Kotakulon, Kabupaten Bondowoso dengan nilai (p = 0,001). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa paparan teknologi layar yang berlebihan dan tidak terkontrol bertindak sebagai stimulus eksternal yang kuat yang dapat memicu respons maladaptif dalam bentuk keterlambatan perkembangan anak. Oleh karena itu, disarankan bagi orang tua untuk memperketat pembatasan durasi gawai maksimal 1 jam per hari sesuai rekomendasi kesehatan, meningkatkan pengawasan interaktif, serta memaksimalkan stimulasi fisik di dunia nyata guna mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.

Dosen Pembimbing: KHOLIFAH, SITI and ANGGRAENI, ZUHROTUL EKA YULIS | NIDN0725098802, NIDN0717078505
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Keywords/Kata Kunci: Anak Usia Prasekolah, Gangguan Perkembangan, Perkembangan anak, Screen time, Stimulasi Tumbuh Kembang.
Subjects: 600 Technology and Applied Science
600 Technology and Applied Science > 610 Medicine and Health
Divisions: Faculty of Health > Department of Nursing Science (S1)
Depositing User: Kamilah Rachmadita | kamilahrachmadita26@gmail.com
Date Deposited: 24 Jul 2026 02:08
Last Modified: 24 Jul 2026 02:08
URI: https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/31903

Actions (login required)

View Item
View Item