EFEKTIFITAS TERAPI RELAKSASI BENSON DALAM MENGATASI NYERI PADA PASIEN STEMI DI RUANG ICCU RSD dr. SOEBANDI JEMBER


Wibowo, Pandu (2026) EFEKTIFITAS TERAPI RELAKSASI BENSON DALAM MENGATASI NYERI PADA PASIEN STEMI DI RUANG ICCU RSD dr. SOEBANDI JEMBER. Profession Education thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER.

Text
1. PENDAHULUAN .pdf

Download (1MB)
Text
2. ABSTRAK .pdf

Download (888kB)
Text
3. BAB I .pdf

Download (823kB)
Text
4. BAB II .pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
5. BAB III .pdf

Download (810kB)
Text
6. BAB IV .pdf
Restricted to Registered users only

Download (988kB)
Text
7. BAB V .pdf
Restricted to Registered users only

Download (703kB)
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (809kB)
Text
9. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Introduksi: Nyeri dada merupakan gejala utama pada pasien ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) akibat iskemia miokard. Penanganan nyeri yang cepat, efektif, dan komprehensif merupakan bagian penting dalam asuhan keperawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah terapi relaksasi Benson. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi terapi relaksasi Benson pada pasien STEMI yang mengalami nyeri dada di ruang ICCU RSD dr. Soebandi Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan implementasi asuhan keperawatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), pengukuran tekanan darah, terapi relaksasi benson, dan dokumentasi. Hasil dan Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada seluruh pasien setelah diberikan terapi relaksasi Benson. Pada pasien 1, skala nyeri menurun dari 6 menjadi 2 disertai perubahan tekanan darah dari 108/72 mmHg menjadi 110/80 mmHg. Pada pasien 2, skala nyeri menurun dari 7 menjadi 3 dengan tekanan darah dari 142/79 mmHg menjadi 135/80 mmHg. Pada pasien 3, skala nyeri menurun dari 6 menjadi 3 dengan tekanan darah dari 125/90 mmHg menjadi 115/70 mmHg. Selain penurunan intensitas nyeri, pasien tampak lebih rileks dan mampu mengontrol pernapasan selama terapi. Kesimpulan: Implementasi terapi relaksasi Benson bisa menjadi terapi nonfarmakologis yang terbukti berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri dada pada pasien STEMI serta dapat digunakan sebagai terapi pendamping dalam pemberian asuhan keperawatan.

Dosen Pembimbing: Hamid, Mohammad Ali | NIDN0707088101
Item Type: Thesis (Profession Education)
Subjects: 600 Technology and Applied Science > 610 Medicine and Health > 616 Diseases
Divisions: Faculty of Health > Nurse Profession Education
Depositing User: Pandu Wibowo | panduwibowo044@gmail.com
Date Deposited: 31 Jul 2026 02:27
Last Modified: 31 Jul 2026 02:27
URI: https://repository.unmuhjember.ac.id/id/eprint/32372

Actions (login required)

View Item
View Item